Jerman Kecam Upaya Israel Tetapkan UNRWA sebagai Organisasi Teroris

Juru berkata Kementerian Luar https://cityservetrivalley.org/ Negeri Jerman Sebastian Fischer mengkritik usaha parlemen Israel untuk memutuskan badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) sebagai organisasi teroris.

“Anda menyadari posisi kami di UNRWA. Ini bukan organisasi teroris melainkan organisasi internasional yang dibentuk oleh PBB, yang pekerjaan pentingnya di dukung oleh penduduk internasional,” kata diplomat Jerman berikut didalam konferensi pers di Berlin terhadap Rabu.

Ia memberikan bahwa mosi parlemen Israel dipandang “sangat mengkhawatirkan” gara-gara perihal itu membahayakan pekerjaan UNRWA di Gaza, tambahnya.

Israel dapat meloloskan sebuah RUU yang dapat melabeli badan PBB untuk pengungsi Palestina itu sebagai kelompok teroris. RUU berikut lolos didalam pemungutan suara awal bersama dengan hasil 42-6 dan kudu lewat komite-komite dan tiga pemungutan suara lainnya sebelum akan menjadi undang-undang.

Israel udah berkali-kali berupaya menjatuhkan UNRWA.

Terakhir mereka menuduh badan berikut punya jalinan bersama dengan kelompok militan, dan mengklaim bahwa ratusan pegawainya adalah anggota kelompok militan, termasuk lebih dari satu yang diduga berpartisipasi didalam serangan 7 Oktober di Israel selatan.

Tuduhan berikut mengakibatkan pembekuan pendanaan oleh banyak donor kepada badan berikut terhadap saat Gaza tengah dilanda krisis kemanusiaan yang dipicu oleh perang.

UNRWA menyatakan udah menyita tindakan cepat terhadap mereka yang dituduh dan sebuah tinjauan berdiri sendiri terhadap netralitas badan berikut menemukan bahwa Israel tidak pernah mengemukakan keprihatinannya terhadap para pekerja berikut dan tidak memberikan bukti-bukti yang menopang klaimnya.

Fischer termasuk menyatakan dirinya tidak menduga bahwa Kongres AS dapat mengadopsi rencana undang-undang yang memberlakukan sanksi terhadap Pengadilan Pidana Internasional (ICC).

Langkah parlemen Amerika Serikat itu dijalankan sehabis pengadilan berikut menyatakan dapat memeriksa keinginan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sembari mengutamakan bahwa ICC adalah “lembaga independen”, Fischer mengatakan: “Anda menyadari bahwa kami adalah pendukung keuangan terbesar kedua ICC.”

“Saya kira ini adalah contoh baik berasal dari sikap kami terhadap ICC. Kami udah memandang keputusan DPR AS. Namun, keputusan itu kudu disahkan Senat (juga) … Saya rasa aku tidak membocorkan rahasia apa pun bersama dengan menyatakan bahwa kami menganggap keputusan itu tidak dapat disahkan,” katanya.

Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza akibat perang genosida Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober kini raih 36.586 orang, dilengkapi 83.074 orang terluka, Kementerian Kesehatan di Gaza menginformasikan terhadap Rabu didalam laporan hariannya.

Artikel Lain-nya: Berita Hari Ini Seleb Korea Selatan

Selain itu, laporan berikut mengonfirmasi bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan tujuh pembantaian di empat keluarga berbeda di Jalur Gaza, menewaskan 36 orang dan melukai 115 orang didalam 24 jam terakhir.

Kementerian Gaza mengutamakan bahwa ribuan korban masih terjerat di bawah reruntuhan jalan disaat pasukan pendudukan Israel tetap bersama dengan sengaja mencegah ambulans dan kru pertahanan sipil menjangkau mereka.